Home

Translation Experience

Sample of Translation

Rates

About Dian

Contact

 

 

 

 

 

  Related Link:

  www.appliedlanguage.com

  http://language123.com

 

 

 

 

 

 

Layanan jasa terjemahan Inggris - Indonesia atau jasa penterjemah

                 << Prev                      Content of the book                      Next >>

Title: The Magic of Thinking Big

David J. Schwartz, Ph.D

Copyright 1959,1965 by Prentice-Hall, Inc.

(Translation sample page 73-76)

 

 


EMPAT

Bagaimana Berpikir Besar

Baru-baru ini saya bercakap-cakap dengan seorang wanita spesialis pengangkatan pegawai di salah satu organisasi industri terbesar di negara ini. Empat bulan dalam setiap tahun, ia mendatangi kampus-kampus untuk merekrut lulusan senior bagi program pelatihan eksekutif junior di perusahaannya. Suaranya menunjukkan bahwa ia kurang yakin dengan sikap banyak orang yang diajaknya bicara.

“Hampir sepanjang hari saya mewawancara antara 8 dan 12 mahasiswa senior, semuanya termasuk 3 teratas di kelasnya, semua setidak-tidaknya mempunyai sedikit minat untuk bergabung dengan kami. Salah satu hal utama yang ingin kami ketahui dari wawancara penyaringan adalah motivasi individu. Kami ingin mengetahui apakah dia jenis orang yang dalam beberapa tahun dapat memimpin proyek besar, mengelola kantor cabang atau pabrik, atau dalam suatu hal menghasilkan sumbangan yang benar-benar penting bagi perusahaan.”

“Saya harus mengatakan bahwa tidak terlalu senang dengan tujuan pribadi dari kebanyakan orangyang saya ajak bicara. Anda akan terkejut,” lanjutnya, “mengetahui bagaimana kaum muda berusia 22 tahun lebih tertarik dengan rencana pensiun daripada lainnya yang kami tawarkan. Pertanyaan kedua yang mereka senangi adalah ‘Apakah saya akan sering bepergian?’ Pada umumnya, tampaknya mereka mendefinisikan sukses bersinonim dengan keamanan. Apa mungkin kami mengambil risiko dengan menyerahkan perusahaan pada orang seperti itu?”

“Yang tidak dapat saya pahami adalah mengapa kaum muda sekarang sangat konservatif, pandangan mereka begitu sempit mengenai masa depan. Setiap hari semakin banyak tanda-tanda peluang berkembang. Negara ini membuat catatan kemajuan dalam pengembangan ilmiah dan industri. Penduduk kita bertambah dengan cepat. Jika ada waktu untuk mengharapkan peningkatan di Amerika, sekaranglah saatnya.”

Kecenderungan banyak orang untuk berpikir kecil berarti persaingan untuk sebuah karir yang sangat menjanjikan sangat sedikit.

Bila berkaitan dengan sukses, orang tidak diukur dalam isi, ton, gelar perguruan tinggi, atau latar belakang keluarga. Melainkan berdasar ukuran pemikiran. Seberapa besar kita berpikir menentukan ukuran prestasi kita. Sekarang, mari melihat bagaimana kita dapat memperbesar pemikiran kita.

Apakah Anda bertanya, “Apa kelemahan terbesar saya?” Mungkin kelemahan terbesar manusia adalah mencela diri, artinya kurang menghargai diri pribadi. Menceladiri memperlihatkan bentuk dalam berbagai cara. John melihat sebuah iklan pekerjaan di surat kabar, itu adalah pekerjaan yang diinginkannya. Tapi dia tidak berbuat apa-apa karena berpikir, “Saya tidak cukup baik untuk pekerjaan itu, jadi mengapa susah-susah.” Atau Jim menginginkan kencan dengan Joan, tapi dia tidak menelpon karena berpikir dirinya tidak akan sebanding dengan Joan. Tom merasa Tuan Richards akan menjadi prospek sangat baik untuk produknya, tapi Tom tidak menelpon. Dia merasa Tuan Richards terlalu “besar” untuk berjumpa dengannya. Pete mengisi formulir lamaran kerja. Sebuah pertanyaan berbunyi, “Berapa gaji awal yang Anda harapkan?” Pete menuliskan angka yang sederhana karena merasa dia tidak benar-benar berharga untuk mendapatkan penghasilan lebih besar dari yang diinginkannya.

Selama ribuan tahun, para filsuf memberikan nasehat yang baik: kenali diri Anda. Tapi tampaknya kebanyakan orang menginterpretasikan saran ini sebagai: kenali diri negatif anda saja. Kebanyakan evaluasi diri terdiri dari membuat daftar mental yang panjang tentang kesalahan, kekurangan, dan ketidakcakapan seseorang.

Ada baiknya mengenali ketidakmampuan kita, karena ini menunjukkan wilayah yang dapat kita perbaiki. Tapi jika kita hanya mengetahui sifat-sifat pribadi yang negatif, kita akan hancur. Nilai kita akan menjadi kecil.

Berikut ini adalah sebuah contoh untuk membantu Anda mengetahui ukuran Anda yang sesungguhnya. Saya menggunakannnya dalam program pelatihan utnuk eksekutif dan tenaga penjualan. Latihan ini membawa hasil.

Tentukan 5 sumber (aset) utama yang Anda miliki. Ajaklah beberapa teman untuk membantu –mungkin istri, atasan, seorang profesor; orang pandai yang akan memberi Anda pandangan yang jujur. (Contoh aset yang sering dicantumkan adalah pendidikan, pengalaman, ketrampilan teknis, penampilan, kehidupan rumah tangga yan baik, sikap, kepribadian, inisiatif). Selanjutnya, di bawah setiap aset itu tulis nama 3 orang yang Anda kenal, yang telah mencapai sukses besar, tapi tidak memiliki aset ini sebesar Anda.

Setelah menyelesaikan latihan ini, Anda akan menemukan diri Anda unggul dari kebanyakan orang sukses, paling sedikit dalam satu aset.

Hanya ada satu kesimpulan yang dapat Anda capai dengan jujur: Anda lebih besar dari yang Anda pikirkan. Jadi sesuaikan pikiran Anda dengan ukuran Anda yang seungguhnya. Berpikirlah besar! Jangan sekali-kali mengurangi nilai diri Anda!

Orang yang memilih kata “adamantine” (sangat kaku)untuk “immovable” (tidak dapat bergerak), atau “coquette” (bermain-main) untuk kata “flirt” (sembrono), mungkin memiliki perbendaharaan kata yang besar. Tapi apakah dia mempunyai perbendaharaan kata seorang pemikir besar? Mungkin tidak. Orang yang menggunakan kata-kata sulit agar terdengar berkelas sehingga orang lain harus mengerutkan dahi untuk memahami, mereka cenderung berlebihan dan berbusana ramai. Pakaian itu biasanya menunjukkan pemikir kecil.

Ukuran penting dari perbendaharaan kata seseorang bukan ukuran atau jumlah kata yang ia gunakan. Sebaliknya, satu-satunya hal yang penting tentang perbendaharaan kata seseorang adalah efek dari kata-kata atau kalimat itu padadirinya dan pikiran orang lain.

Berikut ini adalah hal yang sangat mendasa: kita tidak berpikir dalam kata-kata dan kalimat, melainkan dalam “gambar” dan /atau “khayalan” (imej). Kata-kata adalah bahan mentah dari pikiran. Ketika diuccapkan atau dibacakan, pikiran –instrumen yang menakjubkan itu—otomatis mengubah kata-kata dan kalimat menjadi gambar pikiran. Setiap kata, setiap frasa, menghasilkan gambar pikiran yang sedikit berbeda. Jika seseorang mengatakan, “Jim membeli split-level baru,” Anda melihat satu gambar. Tapi jika Anda mengatakan, “Jim membeli rumah peternakan baru,” Anda melihat gambar berbeda. Gambar pikiran yang kita lihat dimodifikasi oleh jenis-jenis kata yang digunakan untuk memberi nama benda atau menjelaskan benda.